Senja Yang Hilang

SENJA YANG HILANG

SENJA YANG HILANG

     Safira Elnata, seorang anak tunggal dari milyader yang terkenal yang memiliki
puluhan hingga ratusan cabang perusahaan.

    Safira saat ini tepat berusia 17 tahun, gadis cantik berambut ikal panjang, memiliki
lesung pipi yang manis, di tambah bulu mata lentik yang menghiasi mata almond yang
bening bagaikan berlian.
Safira memiliki ketenaran disekolahnya, di juluki sebagai "Bintang utama" itu
membuat ia memiliki banyak penggemar dan teman, walaupun begitu safira tidak
pernah memiliki rasa sombong, ia selalu rendah hati kepada orang yang memerlukan
bantuan, Safira menganggap semua orang itu memiliki derajat yang sama, itulah
pemikirannya.
"Fir."
"Hem?, Kenapa na? " tanya Safira sambil mengemasi perlengkapan sekolahnya.
"Bakso yok. " ajak Natasya teman karipnya dari kelas 1 SMP.
"Yok."
      Di warung Bakso tempat biasa Safira dan teman-tenan nya berkumpul.
"Yang lain pada sibuk, jadi kita cuma berdua aja. " ucap Natasya.
"Yah Gina sama Ega sibuk kegiatan Osis. " balas Safira.
"iya tuh, mereka berdua si paling Osis deh, gak bosen yah, dari SMP ke SMA
mereka daftar anggota osis terus? " lanjut Natasya.
"emm, kaya nya engga, lagian mereka juga cocok jadi Osis dari cara mereka
memimpin, apalagi Gina pintar tuh dalam musyawarah. " balas Safira.

      Gina dan Ega adalah kedua teman Safira yang juga sama seperti Natasya, mereka
kenal mulai dari kelas 1 SMP, bisa di bilang mereka adalah sahabat kandung.
"Dih serius Lo bilang gitu? , kata gw mah gak banget ya apa lagi sama Sifat Ega yang
sok bangeet gitu. " ucap Natasya, di sela itu mbok Ayu pemilik warung bakso datang
dengan nampa yang berisi dua mangkuk bakso besar dan dua gelas es teh.
"Pesanan dataaanggg. " ucap mbok Ayu dari kejauhan.
"Wiiihhhh, wangi nya udah datang duluan mbok. " sahut Natasya.
"Biasa aja kamu, nih pesanannya karena hari ini ada diskon mbok kasih dua bakso
urat. " ucao mbok Ayu memberika Dua mangkuk bakso itu.
"Wiihhh asiiikkk, lain kali sering-sering gini ya mbok, Aku nya seneng banget kalo
gini. " ucap Natasya kegirangan melihat mangkuk bakso nya yang panuh karena
mangkuk itu tak kuasa menahan dua bakso urat sedang dan satu bakso jumbo.
"Waduh kalo gitu bisa rugi saya. " balas mbok Ayu. "Oh kok baru sadar to, yang lain
kemana?, kok berdua aja? " tanya mbok Ayu.
"pada sibuk mereka mbok, biasa urursan negara. " balas Natasya.
"Ouh pantes gak ribuk, biasanya ribut kalo ada si zaki. " balas Mbok ayu. " yaudah
dimakan baksonya biar kenyang. "
"Iya mbok. " sahut Safira dan Natasya bersamaan.
Sehabis makan bakso, Safira dan Natasya pulang bersama dengan naik mobil mewah
milik Safira.
"Makasih ya fir, besok lo masuk kan?, jangan engga ya. " teriak Natasya daei balik
gerbang rumahnya.

"Iyaaaa." sahut Safira dari dalam mobil dan melambaikan tangannya.
Mobil mulai berjalan tak lama kemudian Safira sampai di rumah besar dan mewah.
"Assalamualaikum maa paaa fira pulang. " panggil Safira setelah menbuka pintu
besar yang langsung memperlihatkan ruang tamu yang luas, tak ada balasan dari
salam nya akhir nya suara balasan muncul dari sisi dapur.
"Waalaikumsalam, eh non Safira udah pulang, Tuan besar sama Nyonya besar belum
pulang dari tadi pagi non. " ucap mbak Anna ART yang bekerja di rumah Safira.
"Yaudah kalo gitu mbak, Safira ke atas dulu. " balas Safira setelah mengetahui
kedua orag tuanya tidak ada dirumah.
"Oh ya non mbak sudah masak, kalo non mau makan nanti tinggal panggil mbak saja
ya. "
"Iya mbak. "
Sampai dikamarnya Safira merebahkan tubuhnya yang terasa lelah, entah kenapa
dalam minggu ini ia merasakan tubuhnya lelah tidak seperti biasanya.

Kling.... Sebuah pesan masuk.

"Fir, lo dimana? "
Sebuah pesan masuk dan ternyata itu pesan dari Gina. "Di rumah, kenapa? " balas
Safira.
"Eh gw bisa minta tolong ga? " lanjut Gina di seberang sana. "Apa? " tanya Safira.

"Hehehe...... Gw minta tolong dong lo kan pinter dalam perhitungan matematika, nah
ini gw lagi ujian anggota, mintol bantuin gw ngerjain nya (mengirim sebuah foto). "
"Emang boleh gitu? , harus jujur dong nanti kalo lo masuk pemilihan ketua lo gak di
pilih sama anak-anak sekolah. " balas Safira setelah melihat foto tugas yang di kirim
Gina, mungkin bagi Gina itu sulit tapi sangatlah mudah untuk anak yang mendapatkan
penghargaan internasional dalam lomba matematika.
"Kali ini aja pliiiissssss, princesa kuuu. " rayu Gina.
Safira menghela nafasnya, mau tak mau ia akhirnya membantu temannya itu, "gw
bantu yang no 3 sampai 5 seterusnya kerjain sendiri. "
"Yeeeeyyyyy makasiiihhh sayanggg kuuu. "
Keesokan hari nya.
"Pagii para fens gw. "
"Nah tuh si bos datang. " ucap Natasya. "Eh tumben, Safira kok belum datang juga,
biasanya dia yang datang duluan. "
"Eh iya tumben banget tuh anak, biasa nya gak setelat ini. " lanjut Ega.
"Kenapa? " tanya Zaki.
"Gak papa, fira belum datang aneh aja dia belum datang jam segini, bentar lagi udah
bell masuk. " balas Gina.
"Biasa aja kali, mungkin macet. " ucap zaki.
Hingga bell masuk berbunyi, daj para guru sudah masuk kedalam kelas ajaran
masing-masing, Safira juga belum datang.

      Sampai bell istirahat berbunyi Safira juga tak kunjung datang, membuat semua
temannya khawatir karena tak ada kabar dari Safira dari tadi malam, apalagi Safira
sempat mengabari Natasya bahwa orang tuanya keluar kota dan tidak akan pulang
selama 2 minggu.
"Na, gimana udah ada kabar dari Safira? " tanya Gina dan Zaki.
Natasya menggeleng, ia terus mengirim pesan kepada Safira tetapi ponselnya
tak kunjung aktif dan pesan nya tidak di baca oleh Safira, begitu juga dengan Gina
dan yang lainnya, mereka jug mengirimkan pesan penuh pertanyaan taoi Safira tak
kunjung membalas.

Di kantin.

"Kalian temannya Safira kan? " seorang gadis bertanya kearah Natasya dan teman-
teman.

"Iya, ada apa ya? " tanya Gina kearah gadia itu.
"Kalian nyari Safira kan?, Safira baru datang tuh sekarang dia lagi dikelas. " ucap
gadis itu mendengarnya Natasya langsung berlari menuju kelas, hingga ia melupakan
makanan yang baru saja dipesan nya, Gina pun menyusul Natasya yang berlari menuju
kelas.
"Loh makanan nya gimana ini? " tanya pemilik kantin.
"Itu mbak, tarok disini saja dulu nanti kami balik lagi. " Ucap Ega.
"Oh ya mbak, tambah satu nasi goreng spesial sama es teh ya mbak. " pinta Zaki.

"Buat siapa? " tanya Ega.
"Safira." balas Zaki.
"Uummm, perhatian baget siii. "
Zaki langsung menatap Ega dengan sinis seketika Ega tak berkidik sedikit pun,
"Orang bercanda biasa aja kali. " ucap Ega cengengesan.

Di kelas.
Natasya datang dengan nafas yang ngos-ngosan setelah ia berlari dari kantin hingga
sampai ke kalasnya, matanya langsung mentapa seisi kelas dan akhirnya menngkap
makhluk yang ia cari.

"Fir." panggil Natasya.
Nastasya mendekati Safira, "Lo dari mana aja?,lo kemana?, gw kirim pesan lo sama
sekali gak aktif, kita semua khawatir sama lo fir, dari tadi malam lo gak ada kabar."
Safira terdiam mendengar ribuan pertanyaan dari Natasya.
"Maaf ya udah buat kalian semua khawatir, gw gak ada kabar karna hp gw
mati."balas Safira.
“Terus lo dari mana?” tanya Gina dari belakang Natasya.
Emm gw- gw dari rumah tante, tadi malam gw nginep disana karna tante lupa
bangunin jadi gw kesiangan, hehehehe.” balas sfira.
“lo udah sarapan belum?“ tanya zaki dari ambang pintu masuk kelas.

“Belum, hehehee.”
“Kebiasaan mau terlambat mau engga, lo pasti belum sarapan.” gumam Natasya.
“Yaudah balik kekantin lagi, gw tadi udah beliin lo nasi goreng.” ajak zaki.
“wih ada yang di traktir nih, ya kali Cuma Safira aja.” sindir Ega.
“Iya dong, ya kali cuma Safira aja.” Sahut gina, “kita juga kan pengen di traktir
sama pak bos.” rayu gina berharap ia dan teman-temannya mendapatkan traktiran
oleh zaki.
Karena Zaki orang yang kuat iman dan kesabarannya, akhirnya ia terpaksa
meneraktir teman-temannya.
“lo serius nginep dirumah tante lo?” tanya Zaki, “perasaan lo gak terlalau akrab
sama mereka.” selidik zaki.
“ya itu dulu, sekarang gw mau jadi anak yang baik jadi gw berusaha akrab sama
tante dan om gw.” balas safira.
“lo masih ingat janji kita dulu kan, jangan sampai ada kebohongan diantara kita .”
ujar Zaki mengingatkan Safira pada janji persahabatan mereka.
“iya, iya gw masih ingat gak usah sewot juga dong.” balas Safira.
setelah Safira dan yang lainnya selesai makan dikantin, seperti biasa mereka kan
kembali ke kesibukan masing-masing, “eh gw duluan, mau metting ketua Osis dulu.”
ujar Gina, “Gw juga ya.” lanjut Ega.
“oke, semangat ya.” balas Natasya.
“Kalo gitu Gw ke perpustakaan dulu ya.” sambung Zaki, kini tinggallaah Natasya dan
Safira.

“Kalo gitu kita balik ke kelas aja yok,fir.” ajak Natasya.
Saat perjalanan menuju ke kelas Natasya yang selalu ceroboh dalam hal apapun, ia
tak sengaja menabrak seseorang yang membuatnya hampir terjungkal.
“Aduuhh... ihh siapa si?” ucap siswa perempuan yang tak sengaja bertabrakan
dengan Natasya.
“Na lo gak papa?” tanya Safira.
Natasya menggeleng ia tak merasakan sakit sama sekali, karena yang baru saja ia
tabrak adalah sesuatu yang lembu. “enggak gw gak papa kok.” ucap Natasya.
“Aduuuhhh kalo jalan tuh pakai mata dong!” ucap Ratina.
Ratina wakil ketua Osis, terkenal dengan julukan “si mulut cabe rawit” Ratina adalah
kakak kelas Safira dan Natasya.
“Perasaan jalan tuh pakai kaki.” sahut Natasya, “Lagian situ yang ngehadangin jalan.”
lanjut Natasya.
“Oh jadi kamu bilang saya ngehalangin jalan kamu?” lanjut Ratina.
“Iya, kenapa gak terima? lagian kenapa jalan mau di tengah banget, agak minggirkan
bisa, emang nya situ artis besar.” sewot Natasya.
“Tamatlah sudah tuh anak berani banget dia sama Kak Ratina.”
“Apapun yang terjadi gw gak ikut-ikut dah.”
“Bakal ada drama seru nih.”
Natasya dan Ratina terus adu mulut hingga keributan mereka berdua banyak
meranik perhatian siswa lainnya. “Jadi kamu mau nyalahin saya?” bentak Ratina
dengan nada tinggi.

“Siapa yang nyalahin situ? saya kan cuma bilangin aja.”
“Aduhh udah dong naa, malu tau kita jadi perhatian banyak orang.” lirih Safira, kini
semakin banyak yang menyaksikan perdebatan antara Natasya dan Ratina yang
terlihat tak ada hentinya.
Peredebatan berlangsung hingga seorang guru membubarkan keramaian itu. “ada apa
ini?” tanya guru itu.

"Ada apa ini? Kenapa ribut seperti ini? "

"Hehehe gak papa kok buk, kita cuma lagi diskusi tentang jambak-jambakan. " ucap
Natasya dengan senyuman manis.

"Oh jadi kamu nantangin saya ya? "

"Lah siapa yang nantangin situ, sewot banget jadi orang. " balas Natasya.

"Udah ih naa, ada bu guru. " bisik Safira.

"Ini sebenarnya ada apa? " ganya bu guru tersebut.

"Gak ada apa apa buk cuma mereka salah faham aja. " bohong safira, "bentar lagi
mereka balik seperti semula buk. "

Safira langsung menarik tangan Natasya keluar dari keributan itu, " Aduuh fir, sakit
tau. " gerutu Natasya.

"Lagian lo ngapain si nyari gara-gara sama kakel." tukas Safira.

"iya dia duluan. " balas Natasya. "Yaidah ih lagian gw idah cape adu mulut ama dia,
gw kira bakal berani jambak eh cuma berani sewot aja. " gumam Natasya.

Natasya dan Safira pergi dari kerumunan itu tanpa merasa bersalah sedikit pun,
"cih, ngeselin banget tuh anak. " kesal Ratina.

    Di kelas, seperti biasa Natasya dan Safira akan belajar bersama ketika sudah
bosan mereka akan keluar dan pergi ke taman belakang sekolah, disana sangatlah
rindang karena pohon-pohon yang besar dan tinggi, jadi walaupun cuaca sangat panas
taman belakang itu terap terasa sejuk, itulah kenapa Safira dan teman-teman
sangat suka berkumpul disana.

"Haaaaa, seperti biasa disini sangat nyaman. "

"Iyah, rasanya gw pengen disini terus. " balas Natasya.

"Terus lo gak pulang gitu? " tanya Safira yang bersandar di salah satu pohon besar
disana.

"Nanti rumah gw, gw pindahin kesini. " balas Natasya.

"Kaya bisa aja, di sini bakal jadi kenangan kita yang rerindah bagi gw. "

"Bagi gw juga dong ya kali lo aja. " sahut Natasya mendekati Safira yang
memejamkan mata sambil bersandar dengan tenang.

"Tapi bagi gw kalian itu berharga banget semenjak kenal kalian hari-hari gw seperti
pelangi tujuh warna, hemm sayangnya semua itu akan berakhir dalam sekejap,
mungkin suatu saat kaliak harus melupakan gw. "

"Aduuh fir, lo ngomong apa si? mending dari pada lo berisik aja, kita tidur bentar. "
gerutu Natasya, aslinya Natasya sama sekali tidak mendengarkan apa yang
diucapkan Safira barusan. "Kita bolos aja. " ajak Natasya sambil memejamkan
matanya.

    Safira tersenyum mendengar ajakan temannya itu, "Dasar teman lucnut. " ucap
Safira.

    Waktu pulang sekolah jam dinding sudah menunjukan angka 15:45, dan disitu dua
siswa terlupakan.

"Eh Safira sama Natasya mana? Udah pulang ya? " tanya Gina.

"Gak tau tapi kaya nya belum, soalnya tas mereka masih di meja. " balas taman
sekelaa Gina.

"Pasti nih, pasti baanget dah yakin aku sebenarnya mereka berdua ini manusia apa
kelelawar yaa? " monolog Gina dalam hatinya.

"Gin? " panggil Ega.

"Hem kenapa? " tanya Gina.

"Mau kemana? " tanya Ega.

"Mau ketaman belakang. " balas Gina.

"Pasti jemput mereka berdua kan?, mereka berdua tuh kompak banget ya padahal
bukan saudara. " ucap Ega berjalan mengiringi Gina dari belakang yang sedang
menunu ketaman bekalang sekolah.

"Yah namanya juga besti. " sahut Gina.

"Tapi lo engga tuh, padahal mereka besti lo. " balas Ega.

"Yah itu karena cuma gw yang waras, terkecuali dari kalian."

"Ouuh..... -eh bentar apa lo bilang, kalian? Jadi gw juga termasuk? " tanya Ega.

"Menurut lo aja." balas Gina.

"Parah si, cowok setamfan gw di bilang gak waras." gumak Ega membanggakan diri
sendiri.

"Itu lo sendiri yang bilang gw mah kaga. " balas Gina. "Wiihh nyenyak banget lagi
tidurnya, gw takut banget nanti pengurus taman ngira mereka berdua ni dah ninggoi.
" ucap Gina melihat kedua temannya hang tertidur di bawah pohon rindang itu.

"Fir.... Fir... Naa.... Naa.. Firr... banguunn iihh udah pulang ini, kalian mau tidur di sini
terus sampai habis di gigit nyamuk? " Gina terus menggoyang-goyangkan bahu Safira
dan Natasya sampai mereka berdua terbangun.

Huuaaaaaammmm......

"Nyenyak banget ya tidur nya, sampai bolos pelajaran, tunggu aja kalian pas gw dah
jadi ketua Osis bakal gw tutup ni taman. "

"Ha? "

"Udah udah yok pulang dah sore ini, Astaghfirullah Safiraaaa banguuunn. " cetus
Gina kesal melisat safira tak kunjung bangun.

Tiga hari kemudian, Dikelaa Safira dan yang lainnya.

"Ternyata Dia cantik juga ya kalo lagi tenang kaya gini. " gumam Ega dalam hati nya.

"liat apa lo? " tanya Natasya.

"Engga, gak liat apa-apa kok, eh tumben banget hari ini lo tenang, biasanya tuh udah
kaya penunggu neraka aja. " tanya Ega ke arah Natasya.

"Hemm, gw cuma kepikiran sesuatu. " balas Natasya.

"Sesuatu? tentang apa? " tanya Ega, "Tumben banget lo mikirin sesuatu biasa nya lo
orangnya bodo amat. " lanjut Gina.

"Safira."

Ucapan Natasya membuat Ega dan Gina bingung, sebenarnya aoa yanh di maksud
Natasya.

"Dia kenapa? " tanya Gina.

"Emang kalian berdua gak ngerasa ada yang aneh gitu? " tanya Natasya.

     Ega dan Gina saling bertatap muka dan kembali menatap Natasya mereka
menggeleng bersamaan, "emang lo ngerasa apa? " tanya Ega.

"Hari-hari ini gw ngerasa dia ada nge-rahasiain sesuatu dari gw dan dari kita. "

     Ega dan Gina berfikir sejenak mengingat sesuatu mungkinkah mereka bisa menjawab
perasaan Natasya sekarang ini.

"Dooorrr kalian lagi ngapain nih? " tanya Safira yang tiba-tiba muncul mengagetkan
ketiga temannya.

"Astaghfirullah fiirr, bisa gak lo datang nya tuh dengan santai dan damai? " cetus
Gina dengan jantungnya yang berdegup kencang yang sebelumnya mungkin sempat
berhenti sejenak.

"Hehehe maap. "

"Lama banget dari toiletnya?, lo ke toilet apa ke konoha? " tanya Natasya.

"Mungkin dia mampir dulu ke warung mbok ayu. " sahut Ega.

"Namanya juga orang BAB pastinya lama lah. " balas Safira tanpa malu-malu di
depan temannya. "Zaki mana? " tanya Safira kearah Ega, Ega hanga mengangkat
kedua bahunya tanda ridak tahu.

      Setelah Safira bergabung mereka kembali dengan cerita asik dan seru wajah
Safira berseri-seri bahagia, baginya teman-teman adalah keluarga berharga
baginya, mereka sudah Safira anggap sebagai saidara sendiri.

"Oh ya, liburan nanti kita ke pantai yuk, nanti kita naik kapal. " ajak safira.

"Boleh tuh, pantai mana? minimal yang jauh lah, bosen gw di sini terus. " tanya Ega.

"Gimana kalo ke pantai mutiara, terkenal banget tuh sama pasir putih nya, terus
sanset nya juga bagus banget gw liat di tok tok. " ujar Natasya.

"Beleh tuh, janji ya liburan ini gak ada kata gak jadi. " ucap Safira.

     Rasanya ia tak sanggup jika kebahagiaannya ini di renggut, ia tak sanggup
melihat teman-teman nya menderita karena baginya merekalah satu-satunya tempat
Safira merasakan kebahagiaan lebih dari keluarga.

Kling.... Sebuah pesan masuk.

"Ma, mama sama apa harus pulang 4 hari lagi ya, kalo mama sama papa gak pulang aku
takut aku gak bisa ketemu sama mama sama papa lagi. "

Di sekolah.

     Hari ini kelas Safira mengadakan lomba antar kelas, yaitu lomba kebersihan dan
kerapian kelas, dengan itu Siswa-siswi hari ini menggukan seragam olahraga.

    Di kamar ganti anak perempuan, "Eh Fir kamu kok pucet gitu? " tanya Gina, ia
sedikit heran melihat wajah Safira yang biasanya merah seperti buah cery kini
pucat seperti mayat hidup yang berkeliaran.

"Kamu gak papa kan fir? Kamu sakit? " tanya Natasya.

"Engga kok, gw cuma lupa pakai bedak aja, emm kalian duluan aja ke kelas, gw mau
nambahin bedak gw dulu. " ucap Safira.

"Lo yakin? " tanya Natasya sekali lagi, melihat tingkah safira yang linglung itu
Natasya milikin firasat tak enak di benaknya tentang Safira.

"Iya kok, kalian duluan aja gak papa. " suruh safira, dengan senyuman walaupun
wajahnya saat ini pucat tetap saja kecantikan alami nya tak terkalahkan.

"Yaudah kalo gitu gw sama Gina duluan ya. "

      Natasya dan Gina pun meninggalkan Safira sendirian di kamar ganti, setelah
teman-temannya keluar safira langsung bergegas mengambil sebuah botol kecil yang
berisi kapsul obat.

"Ini yang terakhir. " gumam Safira sambil menelan kapsul itu.

"Perasan dia gak pernah pakai riasan, tapi kenapa tiba-tiba banget? " gumama
Natasya.

     Gina mendengar gumaman yang terus keluar dari Natasya, "Mungkin dia lagi di fase
dewasanya. " sahut Gina. "Emang gitu ya? perasaan gw dulu engga deh. "

    Setiap siswa kelas sibuk membersikan kelas masing-masing demi hadiah yang di
siapkan para guru, "Fir, lo ga papa kan? " tanya Ega, "gw liat dari tadi lo kaha
semriwing gitu. " lanjutnya.

"Gw gak papa kok, cuma pusing aja. " balas Safira.

"Gw antar ke UKS ya, mau? " Tanya Zaki yang sedang membersihkan papan tulis.

"Gak usah zak, gw gak papa kok cuma pusing biasa. " balas safira. "Lo yakin? " tanya
Zaki, tapi lo pucet banget Fir, kita ke UKS ya dari pada lo kenapa-napa. " ucap Zaki,
namun Safira tetap menolak sampai kelas berakhir.

"Fir lo kenapa hari ini? cerita ama gw lo kenapa? jujur lo sakit kan? " tanya Natasya
yang khawatir tentang temannya itu.

     Safira yak menjawab semua pertanyaan Natasya, hingga seorang guru menghampiri
Safira dan memanggilnya, "Safira mama dan papa kamu menunggu di gerbang. " ucao
guru itu.

"maaf ya Na, gw lagi buru-buru. " ucap Safira dan kemudian pergi, Natasya sangat
yakin Safira sahabatnya itu sedang menyimpan sebuah rahasia besar.

     Natasya melihat dari kejauhan Mama dan papa safira memeluk safira dengan
khawatir, terlihat dari sana sepertinya Safira sudah tak sanggup untuk berdiri. "Dia

kenapa? " tanya Gina, "gw aja gak tau. " jawab Natasya, "tapi gw yakin dia pasti nge-
rahasiain sesuatu dari kita semua. " lanjut Natasya, "gw juga ngerasa gitu, gak lo

aja. " jawab Gina.

Keesokan harinya.

"Baiklah anak-anak hari ini karena kalian adalah juara lomba jadi tugas akan ibu
ringan kan. "

Horeeeeeee..... Sorak senang dari siswa-siswi.

"Gin, hari ini Safira absen ya? " tanya Natasya.

"Iya, tadi bu cindy bilang, katanya Safira ada urusan kelurga. " balas Gina.

"Eh jujur ha Gin, gw dari kemarin kepikiran terus tentang dia, eh iya si Zaki juga
absen ya? "

"Iya kakek nya masuk Rumah sakit. " sahut Ega.

     Sudah tiga hari safira absen, hari-hari temannya penuh dengan rasa khawatir, hari
itu Natasya pernah pergi kerumah Safira untuk menjenguknya, tetapi rumah itu
tutup hanya ada satpam yang menjaga, "Pak safiranya ada tanya Natasya. "

"Aduh maaf non, Non Safira nya lagi keluar kota, non pasti teman nya nona Safira
ya? "

"Iya pak, yaudah kalo gitu, makasih banyak ya pak. "

     Natasya bingung kenapa Safira tidak memberi tahu nya bahwa ia keluar kota,
Natasya terus mengirim pesan dan tak ada balasan oleh Safira ini sudah hari
keempat Safira absen tanpa kabar, begitu juga dengan Zaki.

"Apa jangan-jangan dia pindah sekolah? dia udah gak mau temanan sama kita lagi? "

"Ega plis singkirin pemikiran lo itu. " ucap Gina.

"Tapi kan kenapa dia hilang gak ada kabar. "

     Gina, Ega dan Natasya saling menatap dan merenungkan sesuatu, "jangan
ngelamun to, nih bakso nya mbok kasih bonus lagi. " ucap mbok ayu tetapi tak ada
respon dari sama sekali. "Kok pada masem semua? ada masalah ya? " tanya Mbok
ayu.

     Akhirnya Gina bersuara dan menceritakan kekhawatiran mereka, "Kalian gak
boleh mikir yang aneh-aneh mungkin teman kalian ada urusan penting dan gak
sempat kasi kabar. "

"Tapi mbok, dia sesibuk apapun sepenting apapun dia selalu sempatin buat ngabarin
kami, karna dia bilang kita ini adalah-

"Keluarga." _Safira

     Entah kenapa tiba-tiba kenagan Natasya dan Safira terlintas, membuat Natasya
semakin khawatir.

Mbok ayu melihat ketulusan dalam pertemanan mereka, sungguh sulit mencari
anak zaman sekarang yang mengkhawatirkan temannya seperti mengkhawatirkan
keluarga bahkan lebih.

"Mbok tau, tapi kalian harus tenang ya, neng Safira pasti punya alasannya. " ucap
mbok ayu.

     Ini sudah hari ke lima dan Safira belum juga ada kabar, sampai sebuah kabar
angin berterbangan bahwa "Putri tunggal yaitu putri kesayangan Pak Renata yang
merupakan seorang milyader minggal dunia. " kabar itu berterbangan dari media
sosial.

     Natasya dan yang lainnya melihat berita itu melalui whapsat yang di posting
salah satu artis terkenal, "Gak gak mungkin kan. " lirih Gina, "Na, lo udah liat berita
hari ini? " tanya Gina tak ada respon dari Natasya "Na... Na.... Naa.... Natasya. "
Natasya tersentak kaget karna Gina memanggilnya dengan keras.

     Tangan Natasya gemetar melihat ponsel yang baru saja ia buka, "Gin, nama
papa nya Safira Paka Renata kan, putri milyader terkenal di kota ini cuma dia kan? "
tanya Natasya dengan gugup. "Gin ini semua gak benarkan? ini bohongkan?
bohongkan? " tanya natasya dengan suara yang gemetar, ia menatap Gina yang tak
menjawab pertanyaan, tiba-tiba Natasya berdiri dan pergi dari kelas, "Na.... Na lo
mau kemana? " panggil Gina.

"Gina." panggil Ega dari kejauhan. "Kita kerumah Safira sekarang juga." ajak Ega,
"Ta-tapi Natasya dia. " gugup Gina, "Kita kejar gw yakin dia pasti mau kesana juga. "

     Benar apa kata Ega Natasya sudah dulu pergi ke rumah Safira naik taxi, kini mereka
tiba didepan gerbang rumah Natasya.

     Deg...... jantung mereka bergemuru tak karuan saat melihat bendera kuning
di pasang di gerbang, Natasya, Gina dan Ega berjalan masuk, rumah itu yang kemarin
sepi kini ramai dengan orang-orang yang duduk bersimpuh sambil membaca surah
yasin.

     Makin dekat Natasya semakin kencang pula jantungnya, nafasnya gemuru air
matanya tak tertahan, dan....

    Saat ia tepat berdiri didepan pintu masuk, matanya langsung tertuju
kesebuah foto yang di hiasi dengan bunga, selutu tubuhnya langsung lemah ia
terduduk terdiam seperti patung matanya terus menatap wajah yang ada di foto itu
senyumannya matanya, mulut Natasya tak bisa berkata-kata, bibirnya gemetar saat
menyebutkan nama sahabatnya "Safira." lirihnya.

     Tangis Nataysa pecah air matanya sudah tak terbendung lagi, Gina berjalan
melewati Natasya yang menangis histeris ia tertunduk melihat kain putih yang
menutupi seseorang disana, tangan Gina gak sangguo untuk membuka kain itu, ia tak
bisa berkata apa-apa saat menyakaikan sahabat nya yang ada di balik kain itu.

"Fir, ini semua bohong kan fir?, lo cuma pura-pura kan? fir gw minta lo bangun
sekarang atau semua bakso lo gw makan, bangun fir banguuun, hiksss... Hiks...bangun
fir gw mohon. " gumam Gina yang tak berhenti menangis di hadapan sahabatnya itu.

     Gina, Natasya, Ega dan Zaki menyaksikan kepergian Safira untuk selamanya,
Natasya dan Gina yang belum juga berhenti menangis Ega dan Zaki yang tak bisa
berkata-kata terdiam menyaksikan semua itu.

     Setelah selesai pemakaman semua orang owrgi berlalu san hanya menyisakan
Natasya dan teman-temannya.

    Natasya yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi dei hadapannya saat ini
terua saja manangis sampai air matanya hampir tak keluar.

"Nak natasya. " panggil seseorang. "Kalian teman anak tante kan? " tanya Eva ibunya
Safira. "Tante ucapin terimakasih banyak karena kalian Safira memiliki kenangan
indah, maaf gante gak bisa berlama-lama karena harus pindah, tante hanya ingin
memberikan ini kepada kalian. " Eva memberikan sebuah kotak coklat dan di terima
oleh Gina. "sekali lagi tante sangat berterimakasih. "

     Sepulangnya dari pemakaman Natasya dan yang lainya berkumpul di rumah
Ega, kini ruang tamu hening tak bersuara mereka masih tak lercaya jika mereka
baru pulang deri pemakaman sahabatnya mereka tenggelam dalam kesedihan yang
menyakitkan, gina melirik kotao yang diberikan ibu Safira saat dipemakaman tadi.

    Gina membuka kotak itu, dan disan terdapat aenuha foto mereka bersama
safira di hari kelulusan, Gina kembalj menangis melihat senyum-senyum yang ada di
foto itu apa lagi wajah sahabat nya yaitu Safira, kemudian gina menemukan
Flashdisk hitam disana.

     Gina langsung menghapus air matanya, ia langsung berlari ke Tv besar yang ada di
ruang tamu itu, "Ega ini buka nya gimana?" tanya Gina.

    Akhirnya Gina berhasil menyalakan Tv besar itu, dan ia langsung memasangkan
flashdisk itu.

"Hallo semuaaaa. " sapaan ceria dari gadia yang ada dialam Tv itu, terlihat Safira
yang ada didakam rekaman itu sedang berada dikamar rawat kabel-kabel monitor
terpasang di setiap sisi tubuhnya.

"Kalian pasti kangen aku yang cantik ini kan, hehehe, oh ya jangan nangis doong nanti
aku gak bisa tenang terus hantuin kalian, hihihii.....

" Dasar di saat sekarat aja masih bisa bercanda. " gimam Natasya sambil terseduh
sedan.

      Oh ya kalian pasti khwatir kan sama princes ini, udah gak khwatir gw gak papa
kok, cuma sakit aja oh ya kalian kalo udah liat rekaman ini pasti kalian nerima kotak
coklat dari mama ku kan, kalian buka bagian bawahnya ya nanti aja karna itu untuk
kejutan kalian......

    Wajah safira tersenyum ceria walaupun pucat ia tetap cantik walaupun ia sekarang
ini ia sedang melawan rasa sakit.

    Kalian pasti tanya kenapa aku gini kan? Itu karena aku kena kanker, hehehe maaf ya
gak kasi tau......

"Enteng banget mulutnya. " ucao Ega ternyata Ega juga menangis melihat rekaman
itu, apalagi melihat keadaan Safira didalam rekaman itu.

    Maaf ya aku gak bisa pergi liburan bareng kalian, udah ya bercandanya nanti gak
asik lagi.....

Di dalam rekaman itu Safira menghela Nafasnya dan...

    Makasih ya udah mau jadi teman Safira, aku senang banget bisa kenal kalian,
aku senang banget bisa jadi bagian dari kalian, aku harap jika aku di kasih
kesempatan kedua di kehidupan selanjutnya aku ingin jadi teman kalian lagi biar kita
bisa bersama lagi, aku sangat berterimakasih karena aku memiliki kenangan indah,
dan aku juga minta maaf jika selama jadi teman kalian aku pernah membuat kalian
susah, bersama kalian adalah hal yang sangat berharga bagi aku.

    Kalian jangan sedih ya, kalian gak boleh nangis, kalian harus tetap bahagia
walaupun Safira udah gak ada, kalian akan tetap jadi teman terbaik dalam hidup
Safira, dan sampai ujung hat Safira kalian tetap teman Safira, jangan sedih ya
teman-teman safira bakal jaga teman-teman daei atas. Safira sayang kalian.

    Di akhir video itu terlihat Safira tersenyum sambil meneteskan air mata,
entah itu air mata kebahagiaan atau kesedihan.

    Vidio iti berhenti disana, temannya yang melihat itu menangis lagi setelah
mendengeran setiap tutur katanya, Zaki mengingat pesan Safira di rekaman, ia
membuka kotak coklat itu dan apa yang di katakan Safira di sana terdapat sepasang
empat pasang gelang couple dan empat kartu tabungan dan semua surat ternyata itu
adalah pesan dari Safira.

"Di dalam setiap kartu tabungan ini tersimpan uang seratus juta, itu hadiah safira
untuk teman-teman, gunakanlah dengan baik, Natasya Safira ingat kamu ingin
membuat toko roti, uang itu bisa kamu gunakan untuk membuka toko, semangat
terus teman-teman, dari Safira cantik yang sayang kalian semua. "
"Lo jahat fir, lo udah janji ke gw, kalo kita bakal buka toko sama-sama dan lo malah
ninggalin kita, lo gak ingat janji lo dulu?, lo ingkar janji fir..... Hiksss... Hiks........ Lo
ingkar janji.... Lo janji kita bakal ke pantai, lo janji saat dewasa nanti kita jadi
wanita karir bareng, tapi lo ingkari semu janji lo. " Natasya terus berguman ia
terpukul atas kepergian temannya, bagi Natasya Safira adalah satu-satunya saudara
yang ia miliki. "Fir lo adalah sahabat terbaik gw, gw harap gw bisa dapat teman kaya
lo lagi. "

     Persahabatan sejati akan selalu hidup meskipun jarak dan waktu memisahkan,
bahkan ketika yang dicintai sudah tidak ada di sisi. Ia akan tetap menyala seperti
cahaya di kegelapan, membawa kenangan indah yang menghangatkan hati dan
kekuatan untuk melangkah ke depan.

Tuliskan Komentar Anda