Cerpen Nina Dan Si Kucing Ajaib

CERPEN - NINA DAN SI KUCING AJAIB

CERPEN - NINA DAN SI KUCING AJAIB

        Di kisah kan. Ada seorang anak gadis yang tinggal di desa, gadis tersebut bernama Nina.

     Nina tinggal di desa bersama neneknya. Kedua orang tua nina sudah berpisah sejak nina masih berumur 2 tahun. Ayah Nina pergi entah kemana, dan ibu Nina pergi merantau. Tetapi sudah tidak pernah kembali lagi. Pada awalnya Nina dititipkan kepada pamannya, namun. Paman Nina tidak bisa merawat nina, karena. Paman Nina sudah tidak bekerja lagi, karena paman Nina sedang sakit dan kemungkinan untuk bisa kembali bekerja sangat kecil. Jadi, Nina pun dititipkan kerumah neneknya yang berada di desa, Nenek Nina sangat menyayangi Nina, begitu juga dengan Nina yang sangat menyayangi Neneknya.

        Saat Nina sudah berumur 5 tahun, Nina bermain di halaman rumahnya. Saat sedang asik bermain, dia melihat temannya yang sedang membawa peliharaannya, peliharaan tersebut adalah kucing. Nina pun bertanya ke temannya. “dimana kamu bisa mendapatkan kucing tersebut?” ucap Nina dengan raut wajah kebingungan, teman nina pun menjawab “aku mendapatkan kucing ini dari ibuku yang baru saja pulang merantau” ucap teman nina. nina pun menjadi menginginkan kucing, setelah bermain. Nina pun meminta kucing ke Neneknya. “Nenek, aku boleh pelihara kucing di rumah gak?” ucap Nina dengan nada merayu. Nenek nina pun menjawab “Boleh cu, tapi. kamu harus berumur 10 tahun dulu” ucap nenek Nina. Nina pun menjawab “kenapa aku harus berumur 10 tahun dulu?” ucap Nina. nenek Nina pun menjawab “supaya kamu bisa merawat kucing kamu sendiri secara mandiri” ucap nenek Nina sambil mengelus kepala nina dengan lembut. Nina pun hanya mengangguk, sebenarnya Nina tidak ingin menunggu umur 10 tahun hanya untuk memelihara kucing, namun nenek Nina tidak mengizinkan Nina untuk memelihara kucing sebelum umur 10 tahun.

         Setelah percakapan Nina dengan neneknya, nenek Nina pun menyuruh Nina untuk pergi mandi. Nina pun hanya mengangguk dan pergi ke kamar mandi. Setelah mandi, Nina pun ke kamarnya untuk memakai baju, setelah memakai baju. Nina pun berbaring di kasurnya sambil menatap langit-langit rumahnya. Tiba-tiba, muncul kucing dari jendela kamar Nina. kucing tersebut berbulu hitam dengan mata berwarna kuning menyala. Seketika Nina pun terkejut. Kucing tersebut lalu mengetuk jendela kamar Nina, kucing tersebut seperti ingin memasuki kamar Nina, Nina pun berusaha mengusir kucing tersebut. karena jika kucing tersebut ketahuan neneknya, bisa saja Nina akan dimarahi neneknya. Jadi Nina pun berusaha mengusir kucing tersebut. Tetapi, kucing tersebut tetap tidak mau pergi. Semakin lama nina merasa kasihan dengan kucing tersebut. Lalu Nina pun membuka jendela kamarnya dan mengizinkan kucing tersebut untuk masuk ke kamarnya. Nina pun berkata “kenapa kamu datang ke kamar ku?” ucap nina dengan raut wajah kebingungan. Tiba-tiba, kucing tersebut berbicara dan menjawab “aku kesini hanya untuk meminta mu merawat ku” ucap kucing tersebut. Nina pun terkejut karena dia baru tau bahwa ada kucing yang bisa berbicara, nina pun berkata “tunggu! kamu bisa berbicara?!”ucap Nina dengan raut wajah terkejut dan bingung. Kucing tersebut berkata “aku bukan kucing biasa. Dan aku tidak sama seperti kucing pada umumnya.” Ucap kucing tersebut. Nina pun tidak menyangka  dan berkata “Tidak! Aku  masih tidak percaya! Pasti kamu seorang penyihir yang menyamar menjadi kucing hitam!” ucap Nina dengan raut wajah terkejut . lalu kucing tersebut pun menjawab “tidak. Aku bukan penyihir, dan aku hanya kucing biasa yang ingin dirawat”, Nina pun diam sejenak. Lalu Nina pun menjawab “lalu kamu ini apa? Tidak mungkin jika kamu hanya kucing biasa, pasti kamu sedang menyembunyikan sesuatu!” ucap Nina. lalu kucing tersebut menjawab “ ya. Aku bukan kucing biasa dan aku sedang tidak menyembunyikan  sesuatu” ucap kucing tersebut, lalu Nina pun berkata  “aku masih belum bisa percaya, jadi apa tujuan mu kemari?”, kucing tersebut menjawab “sebenarnya tujuan ku kesini adalah..” Tiba-tiba terdengar suara nenek Nina yang memanggil Nina untuk mengajaknya makan malam “Nina! ayo pergi makan!, nenek sudah memasakan makanan kesukaan mu.” Ucap nenek Nina, Nina pun langsung menyuruh kucing hitam yang berada di kamarnya untuk segera pergi “cepat kamu keluar dari kamar ku supaya aku tidak dimarahi nenek ku!” ucap Nina dengan nada panik . kucing tersebut langsung pergi dari kamar Nina. setelah itu Nina pun bergegas keluar dari kamarnya untuk makan malam.

        Menu makan malam itu adalah  nasi goreng kesukaan Nina, Nina pun memakannya dengan lahap. Saat sedang pertengahan makan, Tiba-tiba terdengar suara ngeongan kucing. Nina dan neneknya tidak sengaja mendengar ngeongan kucing tersebut, saat nenek Nina ingin mencari dari mana sumber suara itu berasal. Nina langsung mencegah neneknya dan berkata “tunggu nek! Biar aku saja yang mencarinya!” ucap Nina dengan raut wajah panik. Nenek Nina pun bertanya “memang kenapa cu.. nenek kok tidak boleh melihatnya?” ucap nenek Nina dengan kebingungan. Nina pun hanya menjawab “gak ada apa-apa kok, nenek kan baru saja memasak pasti sangat capek” ucap Nina dengan panik. Nenek Nina hanya mengangguk dan berkata “yasudah kalau begitu kamu saja yang mengeceknya.”. Nina hanya mengangguk dan langsung pergi mencari sumber suara. Suara ngeongan kucing tersebut ternyata berasal dari kamar Nina, saat Nina membuka pintu kamarnya. Benar saja, ada kucing hitam yang tadi sedang bersama Nina. kucing tersebut sedang duduk di kasur Nina sambil menjilati kakinya. Nina pun berkata “kenapa kamu kembali lagi?, bukannya tadi aku sudah menyuruh kamu untuk pergi dari sini?” ucap Nina dengan bertanya-tanya. Kucing tersebut pun menjawab “aku ingin tidur di rumah mu, karena sebentar lagi diluar akan hujan deras bercampur dengan petir.” Ucap kucing tersebut. Lalu Nina pun menjawab “hujan deras mana? Diluar terang-terang aja? Sinar bulan pun masih ada dan terang” Tiba-tiba suara petir pun terdengar sangat keras dan cahaya bulan pun perlahan telah menghilang. Nina pun terkejut karena ada suara petir yang sangat keras, lalu kucing hitam tersebut berkata “lihat? Hujan deras dan bercampur petir kan?” ucap kucing tersebut. Nina pun terdiam sejenak lalu berkata “ tidak mungkin! Tadi cuacanya terang dan tidak hujan! Pasti kamu baru saja menggunakan sihir mu untuk menurunkan hujan deras!” ucap Nina dengan nada tinggi.

       Nenek Nina tidak sengaja mendengar suara Nina yang sangat keras, lalu nenek Nina langsung menghampiri kamar Nina “ada apa cu? Kamu sedang berbicara dengan siapa?” ucap nenek Nina yang sedang berada di depan pintu kamar nina. Nina pun terkejut dan langsung menjawab “tidak ada apa-apa kok nek! Tadi aku tidak sengaja terkejut karena melihat Tikus!” ucap Nina berbohong kepada neneknya karena Nina takut jika neneknya memarahi dirinya karena ada kucing di kamarnya. Lalu,  Nenek nina pun menjawab “kalau begitu nenek ingin mengecek kamar mu” ucap nenek nina. nenek nina pun membuka pintu kamar Nina. untungnya tadi nina saat memasuki kamarnya langsung mengunci pintu kamarnya dari dalam, Nenek nina pun tak bisa membuka pintu kamar Nina lalu nenek nina bertanya “pintunya kok gak bisa di buka?” ucap nenek Nina dengan kebingungan. Nina pun menjawab “aku mengunci pintu kamarnya dari dalam nek, sebentar aku carikan dulu kuncinya!” ucap Nina dengan panic. Nenek nina pun menjawab “yasudah. Kalau begitu nenek akan menunggu kamu untuk mencari kunci tersebut” ucap nenek nina. sebenarnya nina sedang memegang kunci pintu kamar tersebut. Tetapi Nina membohongi neneknya lagi karena Nina ingin menyembunyikan kucing hitam yang berada di kamarnya. Nina pun kebingungan saat sedang mencarikan tempat persembunyian kucing hitam yang berada di kamarnya.  tiba-tiba kucing tersebut menunjuk ke arah tas ransel Nina. Nina pun memahami apa maksud kucing tersebut lalu nina pun memasukan  kucing tersebut ke dalam tas ransel nina. lalu nina pun berpesan ke kucing hitam yang berada di dalam tas ransel nina “kamu jangan banyak gerak dan mengeong ya! Supaya kamu tidak di temukan oleh nenek ku.” Ucap nina. kucing tersebut hanya mengangguk, lalu nina pun langsung menutup tas ransel tersebut, Tiba-tiba nenek nina pun bertanya “sudah ketemu apa belum cu kuncinya? Nenek khawatir karena kamu sangat lama” Ucap nenek nina. Nina pun menjawab “sudah nek! Ini baru saja ketemu” Lalu nina pun segera bergegas membuka pintu kamarnya. saat nina sudah membuka pintu kamarnya, Nina melihat neneknya yang sudah berdiri tepat di hadapan nina. raut wajah nenek nina terlihat khawatir, lalu nenek nina pun berkata “kamu tidak apa-apa kan cu? Nenek takut jika kamu tidak bisa menemukan kunci pintu kamar mu” Ucap nenek nina dengan khawatir. Lalu nina pun menjawab “tiddak apa-apa kok nek.” Ucap nina dengan wajah tersenyum kearah neneknya . Lalu nenek nina pun menjawab “syukurlah jika kamu tidak apa-apa” ucap nenek nina sambil mengelus kepala nina, lalu nenek nina pun langsung memasuki kamar nina untuk mengecek kamar nina. lalu nenek nina bertanya “dimana kamu terakhir kalinya melihat tikus tersebut?” , Lalu nina pun menjawab “ehh tadi tikusnya sudah keluar lewat jendela sih nek” Ucap nina dengan nada sedikit panik. Lalu nenek nina pun menjawab “yasudah kalau begitu nenek ingin mengecek kamar mu, karena nenek kan sudah lama tidak mengecek kondisi kamar mu” ucap nenek nina, lalu nina pun menjawab “kenapa tidak besok saja nek? Kan hari ini sudah malam dan cuaca sedang hujan” Ucap nina dengan kebingungan. Lalu nenek nina menjawab “yasudah kalau begitu besok saja” ucap nenek nina, Nina sedikit kebingungan dengan respon nenek nina, karena tidak seperti biasanya neneknya menjawab pertanyaan nina dengan singkat. Tapi nina tidak terlalu memikirkannya. Karena mungkin saja nenek nina sudah mengantuk  

       Nina tidak terlalu memikirkannya karena mungkin saja Nenek nina sudah lelah dan mengantuk. Lalu nina pun kembali ke kamarnya dan mengunci Pintu kamarnya lagi. Setelah itu, nina membuka tas ransel nya untuk mengeluarkan kucing hitam tadi dari tas nina. Saab nina sedang membuka tas ranselnya, tiba-tiba muncul Suara Petir yang keras. "Duar!" Suara Petir tersebut. Nina pun terkejut dan setelah Petir itu terdengar, tiba-tiba di rumah nina mati lampu. Nina pun terkejut, Seketika semuanya Pun langsung menjadi gelap gulita, nina Sangat takut tapi dia baru ingat bahwa dia belum membuka tar ransel miliknya yang berisi kucing hitam. Nina pun segera membukanya Saat membuka tas ransel nya nina tidak sengaja melihat mata kucing yang berada di dalam tasnya bersinar terang Setelah nina mengeluarkan kucing. tercebut, tiba-tiba lampu di rumahnya pun menyala. Namun. anehnya lampu yang menyala di rumahnya berubah menjadi warna biru terang, nina pun berkata "Tunggu! kenapa Cahaya lampunya berubah menjadi warna biru?!" ucap nina dengan terkejut lalu nina pun langsung keluar dari kamar nya untuk mencari neneknya. "Nek! henekl lampunya kenapa menjadi biru?!" ucap nina dengan berteriak. tiba-tiba cahaya lampu di rumah nina pun kembali normal.

        Dan nenek nina pun keluar dari kamarnya karena mendengar Panggilan dari nina, Nenek nina pun bertanya "ada apa cu?.." ucap nenek nina, Nina Pun menjawab "tadi baru saja mati lampu nek! terus pas lampunya menyala lagi cahaya nya berubah menjadi biru! habis itu Sudah kembali normal.." ucap nina dengan nada Panik. Nenek nina pun kebingungan karena merasa tadi tidak mati lampu, lalu nenek nina kembali menjawab "Apa yang kamu maksud cu?.. dari tadi kan lampunya tetap menyala" ucap nenek nina dengan kebingungan. Lalu nenek nina kembali berbicara "Yasudah. mungkin Saja kamu sedang mengantuk karena kan sekarang jam 12 malam, lagian kamu Kenapa yam segini masin bangun?" ucap nenek nina. Nina pun menjawab "Loh.. bukannya sekarang masih jam setengah 10?. " ucap nina dengan keheranan. Lalu nenek nina pun menjawab “mungkin saja kamu hanya berhalusinasi karena sedang Lelah” ucap nenek nina, nina pun hanya terdiam karena sudah tidak tau ingin menjawab apa. Lalu nenek nina pun menyuruh nina kembali ke kamarnya untuk tidur.

        nina pun langsung pergi ke kamarnya dan siap-siap untuk pergi tidur, tiba-tiba dia teringat kucing hitam yang berada di tas ranselnya. Nina yang sudah bersiap ingin tidur langsung beranjak dari kasurnya untuk mengecek tas ranselnya yang berisi kucing hitam tersebut, saat sedang mengecek tas ranselnya nina terkejut karena kucing yang tadi berada di tas nina sudah hilang. Padahal, tadi nina kembali menutup tas ranselnya, dan nina baru menyadari bahwa setelah mati lampu hujan badai bercampur petir sudah reda. Karena nina saat itu sangat mengantuk, jadi nina tidak terlalu memikirkannya dan memutuskan untuk kembali tidur.

        Nina pun tertidur lelap dan bermimpi sedang berada di hutan yang penuh dengan bunga yang bermekaran, nina dimimpi tersebut sedang berjalan-jalan. Saat sedang asik berjalan, nina tidak sengaja melihat kucing hitam yang tadi berada di kamarnya. Kucing tersebut lalu menghampiri nina dan berjalan bersamanya. Nina pun menyapa kucing hitam tersebut “hai!, tadi kamu hilang kemana?” ucap nina dengan raut wajah tersenyum kepada kucing hitam yang berada di samping nina. Kucing hitam tersebut tidak menjawab perkataan nina. Lalu kucing tersebut berkata “ayo ikut aku” ucap kucing tersebut dengan menoleh ke arah nina, lalu nina pun hanya mengikuti kucing tersebut. Saat sedang pertengahan perjalanan, nina melihat beberapa hewan unik. Ada yang bisa berbicara, dan ada yang bertingkah seperti manusia. Nina memandangi pemandangan tersebut, lalu kucing hitam tersebut berhenti di suatu desa dan berkata “ini tempat tinggal ku.” Ucap kucing tersebut. Nina pun kagum karena melihat penduduk disana bukan manusia melainkan kucing, dan kucing kucing tersebut bertingkah seperti manusia. Nina pun terkejut dan sangat kagum dengan hal tersebut, lalu kucing tersebut berkata “apakah kamu ingin tinggal disini? Penghuni disini sangat ramah dan baik” ucap kucing hitam tersebut. Lalu nina pun berkata “tapi kan aku manusia, dan aku tidak bisa meninggalkan nenek ku sendiri di desa.” Ucap nina. kucing tersebut lalu menjawab “aku tidak ingin memaksa mu untuk tinggal disini tetapi jika kamu mau kami akan mengizinkan mu tinggal disini” ucap kucing hitam tersebut. Lallu nina pun menjawab “emang kamu menyuruh ku untuk tinggal disini karena apa?” ucap nina dengan kebingungan. Lalu kucing tersebut menjawab “tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengajak mu tinggal disini Bersama” lalu nina menjawab “tapi sebenarnya aku ingin memelihara mu dirumah, tetapi nenek ku masih belum membolehkan aku untuk memelihara kucing sebelum berumur 10 tahun” ucap nina dengan raut wajah lesu. Kucing tersebut menjawab “tetapi kamu tidak bisa memelihara ku, karena aku punya rumah sendiri. dan aku juga tidak butuh manusia untuk merawat ku” ucap kucing tersebut. Nina pun hanya terdiam lalu berkata “lalu kenapa kamu membawa kesini?” ucap nina dengan kebingungan, lalu kucing tersebut menjawab “aku membawa mu kesini karena ada hal yang ingin aku sampaikan” lalu nina pun menjawab “apa hal yang ingin kau sampaikan?” ucap nina, lalu kucing tersebut mengajak nina untuk kerumahnya “ayo ikut kerumah ku” ucap kucing tersebut. Nina hanya menuruti hal tersebut dan langsung mengikuti kucing tersebut. Saat sudah sampai dirumah kucing tersebut. Kucing hitam tersebut langsung mempersilahkan nina untuk memasuki rumahnya. Rumah tersebut terlihat kecil tetapi karena nina masih kecil jadi nina masih bisa memasuki rumah tersebut, saat di dalam rumah kucing tersebut, kucing tersebut menyuruh nina untuk menunggu di ruang tamu. Saat nina sedang menunggu, nina melihat sekitar rumah kucing tersebut dan terpesona karena rumah tersebut terlihat asri dan sangat bersih,

       tiba-tiba kucing hitam tadi muncul dan memanggil nina. Nina pun langsung menghampirinya. Kucing tersebut membawa kotak kecil. Lalu nina berkata “itu kotak apa?” ucap nina dengan keheranan. Kucing tersebut lalu berkata “bawa kotak ini ke alam mu, dan bagikan isi kotak tersebut ke kucing di sekitar mu, aku peringatkan jangan pernah diambil isinya atau tidak kamu bagikan kepada kucing-kucing lain!, jika kamu melanggarnya kamu akan mendapatkan kesialan” ucap kucing hitam tersebu. Lalu kucing tersebut langsung mengantarkan nina, saat sedang perjalanan, nina melihat hewan-hewan lain seperti sedang mengucapkan selamat tinggal kepada nina. Akhirnya nina sampai di perbatasan alam manusia dan kucing,kucing hitam tersebut lalu mengucapkan selamat tinggal “selamat tinggal nina. Semoga kamu bisa melakukan tugasmu” nina pun hanya mengangguk tiba-tiba kucing tersebut memberikan sebuah kalung berbentuk bunga “pakai kalung itu untuk menjaga keselamatan mu” nina pun berkata “terimakasih! Aku akan melakukan perintah mu!, dan aku tidak akan pernah melupakan mu!” kucing tersebut hanya mengagguk dan tersenyum. Lalu nina pun langsung masuk ke alam manusia dan nina pun terbangun dari tidurnya.

        Saat nina sudah terbangun, kotak yang tadi berada di mimpi nina berada di tangan nina. Nina menyadari bahwa kalung yang ada di mimpinya sudah berada di lehernya. Lalu nina langsung terbangun dan keluar dari kamarnya. Nina melihat jam dan sekarang sudah jam 8 pagi,  

           Lanjut part 2

-Hapsari Dwi Kartika Utama- 

Tuliskan Komentar Anda